
Mengajak TKI & Mahasiswa di Taipei untuk Berbisnis Waralaba
Bukan saja di dalam negeri, kegiatan edukasi kepada masyarakat Indonesia terus dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Bahkan para buruh migran dan mahasiswa Indonesia yang berada di Taipei juga diajak untuk berwiraswasta melalui bisnis waralaba. Ajakan tersebut dikemas melalui sebuah kegiatan yang diberi nama Business Gathering yang diselenggarakan Kemendag di Auditorium Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, tanggal 28 September 2014. Kegiatan yang merupakan rangkaian partisipasi pada Taiwan International Chain and Franchise Exhibition, itu dihadiri 157 peserta yang terdiri dari mahasiswa Indonesia dan TKI di Taipei. Hadir Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, mewakili Kementerian Perdagangan, yang sekaligus menyampaikan materi tentang seluk beluk usaha waralaba dan perkembangannya di Indonesia. Kegiatan tersebut juga menghadirkan para pebisnis waralaba sukses di Indonesia yang tak lain adalah peserta pameran di Taiwan International Chain and Franchise Exhibition. Mereka adalah Bakmi Naga, Mushroom Factory, Double Dipps, Jojo Cup, D’Goen dan CEO Indosuara Group. Keenam narasumber itu menyampaikan success story tentang bisnis mereka dan mengajak para hadirin untuk berbisnis waralaba. Ajakan itu berdasarkan kondisi iklim bisnis waralaba di Indonesia terutama makanan yang terus tumbuh positif dan memiliki peluang yang sangat baik. Apalagi bagi para pekerja di Taiwan apabila kembali ke Indonesia berpeluang untuk berbisnis waralaba. Sehingga tidak perlu kembali lagi ke Taiwan sebagai buruh migran. Kegiatan itu diharapkan memberi pemahaman dan pengetahuan bisnis waralaba kepada peserta. Khususnya buruh Migran Indonesia dalam rangka exit program. Sehingga mereka memiliki bekal kewirausahaan dan membuka usaha waralaba sendiri ketika kembali ke Indonesia. Pemilihan Taipei sebagai tempat digelarnya Business Gathering, selain karena adanya International Chain and Franchise Exhibition, juga karena banyaknya jumlah WNI yang bekerja di Taiwan. Diharapkan melalui kegiatan ini, TKI dapat memanfaatkan pembekalan kewirausahaan yang diberikan dan membuka lapangan pekerjaan sekembalinya mereka ke tanah air. Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan di Taiwan dan saat ini Kemendag masih menjajaki kemungkinan untuk penyelenggaraan kegiatan sejenis di negara lain. Bekerja sama dengan perwakilan Indonesia di sana. Kondisi ini tak lepas dari respon yang diperoleh dari kegiatan di Taiwan yang sangat positif berdasarkan jumlah peserta, dan jumlah kontrak bisnis yang berhasil ditandatangani pada akhir kegiatan. Dimana total kontrak bisnis yang berhasil ditandatangani berjumlah 8 buah yaitu 2 buah kontrak bisnis dengan Mushroom Factory (Bandar Lampung, Cilacap), dan 6 buah kontrak bisnis dengan D’Goen (2 di Lampung, 2 di Cilacap, 1 di Semarang, 1 di Bandung).
Tidak ada komentar: